Minggu, 22 Desember 2019

Hubungan Ilmu Politik dengan Ilmu Pengetahuan Lain.

Hubungan Ilmu Politik dengan Ilmu Pengetahuan Lain

1. Sejarah
    Sejarah merpakan alat yang paling penting bagi ilmu politik, oleh karena menyumbang bahan, yaitu data dan fakta dari masa lampau, untuk dioalh lebih lanjut. Perbedaan pandangan antara ahli sejarah dan sarjana ilmu politik ialah bahwa ahli sejarah selalu meneropong masa yang lampau dan inilah yang menjadi tujuannya, sedangkan sarjana ilmu pilitik biasanya lebih melihat kedepan (future oriented): Bahan mentah yang disajikan oleh ahli sejarah, teristimewa sejarah kontemporer, oleh sarjana ilmu politik hanya dipakai untuk menemukan pola - pola ulangan (recurrent patterns) yang dapat membantu untuk menentukan suatu proyeksi masa depan.
       Untuk kita Indonesia mempelajari sejarah dunia dan sejarah indonesia khususnya merupakan suatu keharusan. Sejarah kita pelajari untuk ditarik pelajarannya, agar menyusun masa depan kita tidak terbentur pada kesalahan - kesalahan yang sama. Misalnya, perlu kita pelajari revolusi - revolusi yang telah mengguncang dunia, yaitu revolusi Prancis, America, Rusia, dan China, supaya gejala revolusi yang telah kita alami sendiri dapat lebih kita mengerti dan tarik manfaatnya.

2. Filsafat
    Filsafat adalah usaha untuk secara rasional dan sistematis mencari pemecahan dan jawaban atas persoalan - persoalan yang menyangkut alam semesta ( universe ) dan kehidupan manusia. Filsafat menjawab pertanyaan seperti: Apakah asas - asas yang mendasari fakta? Apakah yang dapat saya ketahui? Apakah asas - asas dari kehidupan? Filsafat sering merupakan pedoman bagi manusia dalam menetapkan sikap hidup dan tingkah lakunya.
      Ilmu politik terutama sekali erat hubungannya dengan filsafat politik, yaitu bagian dari filsafat yang menyangkut hubungan politik terurtama mengenai sifat hakiki, asal mula dan nilai (Value) dari negara. Negara dan manusia didalamnya dianggap sebagai bagian dari alam semasta. Dalam pandangan filsuf Yunani Kuno, filsafat politik juga mencangkup dan erat hubungannya dengan moral filosofi atau etika (ethics). Etika membahas persoalan yang menyangkut norma - norma baik / buruk seperti misalnya tindakan apakah yang boleh dinamakan baik / buruk, manusia apakah boleh dinamakan manusia baik / buruk apakah yang dinamakan adil / tidak adil.

Bidang - Bidang Ilmu Politik

Bidang - Bidang Ilmu Politik

   Dalam Contemporary Political Science, terbitan UNIESCO 1950, Ilmu Politik dibagi dalam empat bidang, yaitu:

1. Teori politik
  1. Teori Politik.
  2. Sejarah perkembangan ide - ide politik.
II. Lembaga - lembaga politik:
  1. Undang - Undang Dasar.
  2. Pemerintah Nasional.
  3. Pemerintah Daerah dan Lokal.
  4. Fungsi ekonomi dan sosial dari pemerintah.
III. Partai - partai, golongan - golongan (groups) dan pendapatan umum:
  1. Partai - partai politik.
  2. Golongan - golongan dan asosiasi - asosiasi.
  3. Partisipasi warga negara dalam pemerintah dan administrasi.
IV. Hubungan Internasional
  1. Politik Internasional.
  2. Organisasi - organisasi dan Administrasi Internasional.
  3. Hukum Internasional.
      Teori politik merupakan bidang pertama dari Ilmu Politik adalah bahasan sistematis dan generelasi - generesasi dari fenomena politik. Teori Politik bersifat spekulatif sejauh menyangkut norma - norma untuk kegiatan politik, tetapi juga dapat bersifat menggabarkan (deskriptif ) atau membandingkan ( komparatif ) atau berdasarkan logika.
      Ide - ide politik sering juga dibahas menurut sejarah perkembangannya, oleh karena setiap ide politik selalu erat hubungannya dengan pikiran - pikiran dalam masa ide itu lahir. Ide politik itu tak dapat melepaskan diri dari nilai, norma - norma, dan prasangka dari masanya sendiri dan karena itu karya - karya dari filsuf - filsuf serta ahli - ahli politik hendaknya dibahas dengan menyelami masa sejarahnya.
       Bidang kedua dari ilmu politik, yaitu lembaga - lembaga politik, seperti misalnya pemerintah, mencakup aparatur politik teknis untuk mencapai tujuan - tujuan sosial. Hubungan antara lapangan pertama dan lapangan kedua sangat erat, sebab tujuan - tujuan sosial dan politik biasanya ditentukan dalam filsafat dan doktrin politik.
        Bidang ketiga, yaitu mengenai partai - partai, golongan - golongan, dan pendapat umum, banyak memakai konsep - konsep sosiologis dan psikologis dan sering disebut political dynamics oleh karena sangat menonjolkan aspek - aspek dinamis dari peoses - proses politik.
        Dalam kongres Dunia XX International Political Science Association (IPSA) pada tahun 2006 yang diadakan di Fukuota, telah diangkat beberapa tema terutama yang antara lain sebagai berikut.
  • Liberalisme, Pluralisme, dan Multikulturalisme
  • Tahap dan Kualitas Demokratis:Pengalaman dan Kriteria
  • Islam dan Demokrasi
  • Perbandingan Demokrasi Lokal
        Dalam acara seminar internasional American Political Science Association ( APSA ), tahun 2006, di Philadelphia, America Serikat, ada beberapa tema utama yang dibicarakan, antara lain.
  • Metode Eksperimental dalam Perbanbandingan Politik
  • Organisasi Politik dan Kekuasaan
  • Dimensi Kekuasaan Hegemoni dan Kebijakan Luar Negeri AS
  • Konseptualisasi Bahasa Politik Kekuasaan